Mewaspadai Jebakan Kartu Kredit
Irzen Octa, korban kekerasan debt collector karena kasus kartu kredit, adalah contoh dari ketidaktahuan cara penggunaan kartu kredit dengan benar.
Bukan maksud saya menakut-nakuti anda untuk tidak atau berhenti berhubungan dengan kartu kredit. Malah justru saya menganjurkan anda memperbanyak kartu kredit. Silahkan baca posting sebelumnya terkait hal itu.
Kali ini saya akan jelaskan, bagaimana caranya menghindarkan diri dari kemarahan “Investor”. Sehingga anda bisa mawas diri, terhindar dari kesalahan-kesalahan penggunaan kartu kredit yang tidak benar, diantaranya :
- Memakai kartu kredit hanya untuk keperluan konsumtif. Saran saya kalau kartu kredit hanya untuk konsumtif, lebih baik anda sama sekali tidak memmilikinya, karena potensi merusaknya jauh lebih besar,
- Tidak punya kendali dalam memakai kartu kredit. Anda mesti mengetahui perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan” adalah “KEMUTLAKAN” sesuatu yang gak bisa ditawar misalnya: Semua orang hidup butuh “makan / minum” dan sex
‘Keinginan” adalah “PILIHAN”
pilihan “apa”, “kapan”, “dimana”, “bagaimana”, “dengan siapa”;
Kamu mau makan / minum apa? Kapan? Dimana?
atau bagaimana cara kamu memuaskan kebutuhan sex kamu. “kapan”, “dimana”, “bagaimana”, “dengan siapa”; - Pembayaran minimum. Ingat bunga kartu kredit menggunakan sistem bunga berbunga. Kalau anda membayar minimum, maka bunga kartu kredit anda akan jadi”gunung”, sehingga pada titik tertentu anda tidak akan punya kemampuan membayar, dan justru seumur hidup anda, bekerja hanya untuk membayar utang. itulah yang dialami oleh irzen octa!!!.
- Tidak tahu cara menghitung bunga. Berita baik datang dari Bank Indonesia yang mengeluarkan keputusan terkait pengaturan kartu kredit yang berlaku 1 Januari 2013. Dalam keputusan itu, besaran dan perhitungan bunga mengalami perubahan. Bunga maksimal 3 % dan Tidak lagi menggunakan sistem bungan berbunga. Bunga hanya dikekanakan pada pokoknya saja. walaupun demikian, saran saya tetap jangan melakukan pembayaran minimum
- Terjerumus dengan tawaran “Menggiurkan”seperti diskon, buy one get one, asuransi, kredit tanpa agunan dan lain sebagainya.

